Dispora Sragen Selenggarakan Sosialisasi Pariwisata FPSR 2018

WhatsApp Image 2018-12-06 at 3.36.57 PM

Sragen , 6 Desember 2018 Forum Pariwisata Solo Raya menyelenggarakan pertemuan dan sosialisasi program pariwisata tahun 2019 di Rumah Makan Cengkir Gading, Puro, Karangmalang, Sragen . Acara ini dihadiri Ketua FPSR Drs. Hasto Gunawan, MM. dan diikuti dinas pariwisata dari Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, Klaten (SUBOSUKAWONOSRATEN).

Sekretaris Dispora Sragen Sri Wahyuni, S.H.,M.H., mengajak untuk mengujungi destinasi wisata di Sragen antara lain: museum sangiran, air panas bayanan, wisata religi Gunung Kemukus dan yang lainya, dan mempunyai destinasi wisata baru Air Terjun Kedung Jugrug dengan mata air dari Waduk Kedung Ombo yang terletak di Kecamatan Miri. Prestasi yang diraih Pariwisata Kabupaten Sragen: bidang olahraga meraih emas dan perunggu pada kejuaraan Asian Paragames, sedangkan pada Peraprov meraih medali di cabang Panjat Tebing dan Boling. Bidang Destinasi memperoleh meraih juara Harapan 3 desa wisata, dan puncaknya pada bulan November 2018 Duta Wisata Kabupaten Sragen meraih Juara 1 Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Agenda FPSR kali ini adalah sharing dan kerjasama pariwisata. Koordinasi FPSR berjalan dengan baik untuk kebersamaan pengembangan pariwisata, dimana gerakan ini sangat diapresiasi kota/kabupaten lain seperti Jembrana, Kudus, Pati, Pacitan yang ingin belajar pada FPSR. Pada awalnya FPSR digawangi bidang pemasaran yang aktivitas utamanya adalah Promosi Pariwisata bersama, dengan berjalannya waktu bidang ekonomi kreatif mulai ambil peranan, karena keterkaitan antara promosi pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sharing Program dari Boyolali: Pengembangan Pariwisata adalah di Kecamatan Selo dan sudah Go Internasional. Di Selo terdapat 51 homestay, setiap homestay dengan kapasitas 4/5 kamar untuk 20 orang, dengan harga bervariasi dari 750ribu-1juta rupiah. Boyolali mendorong kegiatan yang menumbuhkan homestay, tahun 2016 dianggarkan 500 juta rupiah penyempurnaan homestay, dengan pertumbuhan homestay 10 buah/tahun. Desa Wisata tumbuh pesat, yang sebagian besar adalah kegiatan bumdes. Menyarankan jika desa tidak punya embrio pariwisata, sebaiknya jangan membuat desa wisata, karena biayanya terlalu besar dan hanya semacam trend.

Sharing dari Wonogiri: Wonogiri berusaha mengembangkan pantai yang berhimpitan dengan Pacitan dan Wonosari, dibandindkan keduanya Wonogiri paling terbelakang.Terkait dengan pengembangan pariwisata dengan dana yang kecil adalah berharap pada pengembangan pariwisata oleh swasta, ada 22 destinasi wisata yang sudah berjalan dan masyarakat sudah bisa menghasilkan pendapatan bagi masyarakat.

Sharing dari Klaten: Klaten akan menyelenggarakan java promo pada acara Java Pemier Proinvited tanggal 15 Desember 2018 di Komplek Candi Prambanan. Tahun 2019 tidak ada pemangkasan anggaran karena pemda sedang mengembangkan Pariwisata Berbasis Komunitas di desa wisata. Saat ini melaksanakan promosi wisata di Lereng Gunung Merapi yang melibatkan komunitas sepeda gunung dengan mengundang komunitas sepeda Solo Raya, DIY, Jabar dan Jakarta.

Sharing Karanganyar: Karanganyar menyelenggarakan Sport Tourism seperti Jeep Adventure dalam rangka memperingati Hari Jadi Karanganyar, dan sedang mengembangkan Pesona Wisata Karanganyar 4J, di kecamatan Jatiyoso, jatisrono, jumantono, jumapolo.

Sharing Kota Surakarta: Surakarta akan menyelenggarakan Bengawan Solo Travel mart pada tanggal 17-18 Februari, yang bertujuan menarik buyer tourism. Melakukan kerjasama dengan Jogja dan Bandung untuk menyelenggarakan paket wisata. Telah diresmikannya Kereta Api Eksklusip dengan 3 gerbong yang setiap hari akan melayani rute perjalanan Jogja Solo Semarang Tegal. Juga menyelenggarakan sosialisasi pariwisata ke sekolah-sekolah dengan mengikutsertakan Duta Wisata. (DISPORA)