Disporapar Jateng Selenggarakan Rakor Ekonomi Kreatif Jawa Tengah 2019

20190131_094552

Semarang 31 Januari 2019 di Ruang Rapat Lantai II Disporapar Provinsi Jawa Tengah diselenggarakan Rapat Koordinasi dan Pengarahan Kegiatan Penyusunan Profil Usaha Ekonomi Kreatif Jawa Tengah Tahun 2019. Acara ini dihadiri Wawan Rusiawan Direktur Riset dan Pengembangan Ekonomi Kreatif di Badan Ekonomi Kreatif RI dan diikuti perwakilan dari Dinas Instansi yang menangani Pariwisata dan Ekonomi Kreatif se Propinsi Jawa Tengah.

Trenggono, S.Ip, M.Par  Kabid Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Kreatif Disporapar Prov. Jateng mengatakan bahwa Rapat Koordinasi adalah untuk membangun sinergitas bersama dalam upaya membangun Ekonomi Kreatif Jawa Tengah, sebelumnya Disporapar Jateng sudah melangkah dengan kegiatan Ekonomi Kreatif, yaitu sudah mulai menyusun Profil Usaha Ekonomi Kreatif dan melakukan pengkajian-pengkajian, melakukan kegiatan berkaitan dengan Ekonomi Kreatif seperti pembuatan Famplet, Workshop, Jambore Ekonomi Kreatif tahun 2018 yang dikemas dengan nama Jateng Gayeng, Trenggono mengharapkan akan ada sinergitas antara pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten/kota. Di Jawa Tengah  terdapat 12 kabupaten/kota yang tergabung dengan Ekonomi Kreatif, dan masih menghadapi  kendala dalam hal akses permodalan dan promosi. Pada pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, Ekonomi Kreatif mengalami dinamika dimana pengawasannya dibawah instansi berbeda, yaitu:  Dinas Pariwisata, Koperasi, UMKM, Disperindag, Bappeda, tetapi intinya adalah pengembangan Ekonomi Kreatif untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, tambah Trenggono.

Wawan Rusiawan dalam penjelasannya mengatakan bahwa bicara mengenai Ekonomi Kreatif  adalah mengenai sinergi dan kolaborasi berbagai stakeholder, tidak sekedar pemerintah saja, tetapi juga pelaku usaha, asosiasi dan komunitas. Indonesia dalam konteks Ekonomi Kreatif,  harus terus dikembangkan Ekosistem Ekonomi Kreatif, jika bicara ekosistem maka semuanya harus bergerak, bekerja sama dan bersinergi, tanpa itu Ekonomi Kreatif sulit diwujudkan. Ekonomi Kreatif adalah ekonomi yang berbasis pada penciptaan nilai tambah dari sumberdaya alam dan warisan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta dimilikinya hak terkait intelektual, dalam Ekonomi Kreatif hak intelektual menjadi penting, yang menjadi ciri khas dari produk-produk lainya.