Destinasi Agrowisata Wisata Petik Buah Kelengkeng Desa Sigit

56 (1)

SRAGEN – Pengembangan inovasi di setiap desa yang berada di daerah Sragen terus dikembangkan. Terlebih lagi, pengembangan wisata yang ada di Kecamatan Tangen Kabupaten Sragen salah satunya dengan mengembangkan wisata Kebun Kelengkeng.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat me-launching Wisata Petik Buah Kelengkeng Desa Sigit, Tangen, Minggu (21/04/2019).

Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Bappeda Sragen Tugiyono, Muspika Kec. Tangen, dan masyarakat hingga wisatawan yang berkunjung di kebun kelengkeng ds. Sigit.

Pemerintah Kabupaten Sragen tahun ini fokus pada pengembangan sektor Pariwisata Sragen yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi obyek wisata baru.

Terkait hal itu, Bupati mengapresiasi kepada Pemerintah Desa Sigit dan Bumdes Berkah Amanah dan warga yang terlibat atas pembangunan wisata baru di Kec. Tangen.

“Adanya wisata ini secara tidak langsung membantu kualitas perekonomian masyarakat di sekitar wilayah wisata,” jelas Bupati.

“Dengan begitu nilai ekonomi kerakyatan nanti juga akan berjalan dan banyak pula memberikan peluang usaha bagi masyarakat sekitar sendiri.” imbuhnya.

Lebih lanjut Bupati menambahkan pengembangan kebun kelengkeng seperti ini merupakan salah satu contoh bahwa kita dapat memanfaatkan potensi-potensi dari Sumber Daya Alam di sekitar kita.

“Untuk diolah menjadi lokasi wisata yang menarik dan mempunyai nilai ekonomis.” tuturnya.

Bupati berharap seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dengan menuangkan ide kreatif membangun wisata yang menarik sekaligus merawatnya.

“Kita butuh inisiator-inisiator dari desa. Intinya kita memberikan kesempurnaan untuk semuanya. Kita berpromosi bareng. Pengelolaan biar di bumdes agar berkembang dan mendapatkan manfaatnya.” pungkas Bupati.

Kepala Desa Sigit, Wardoyo menyampaikan wisata buah kelengkeng seluas 4 hektar merupakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) “Berkah Amanah” Desa Sigit yang sudah mulai dikelola sejak 2015 silam.

“Berawal pada tahun 2014, ada program dari BAPPEDA bernama Program Lahan Kritis Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PLKSDABM) yang salah satu syaratnya harus memiliki luas lahan minimal 4 hektar.” ujarnya.

“Setelah mendapat informasi itu, kami langsung mengajukan proposal. Kami ingin kawasan di utara Bengawan Solo itu bisa diperhitungkan seperti daerah lain,” imbuhnya.

Pada awalnya terdapat 400 bibit kelengkeng bantuan dari program PLKSDABM yang ditanam di tanah kas desa. Tanaman kelengkeng itu dirawat oleh petani penyewa tanah kas desa.

“Bibitnya gratis, tapi petani diminta secara swadaya membuat tower untuk pengairan,” jelas Kades Sigit.

Sekarang, kebun ini terdapat 385 pohon buah kelengkeng yang terdiri 4 jenis kelengkeng. Selain itu juga ada pohon jambu kristal.

” Ada lengkeng pingpong, itoh, aroma durian dan diamond river. Selain kelengkeng kami juga menanam pohon jambu kristal disini,” jelasnya.

Salah satu pengunjung asal Desa Slendro Kecamatan Gesi, Parno yang sengaja berwisata bersama istri dan kedua anaknya mengaku senang atas dibukanya kebun kelengkeng di Ds. Sigit ini.

“Saya tau dari Facebook mengenai tempat ini, bagus masih sangat alami,” ujarnya.

Wisata Petik Buah Kelengkeng Ds. Sigit ini, Buka setiap harinya dengan tiket masuk dikenakan biaya Rp 20.000 per orang pengunjung dapat menikmati segarnya buah kelengkeng dan jambu kristal sepuasnya ditempat. (Sumber Sragenkab.go.id)