Trip to Sangiran

Museum manusia purba menjadi destinasi kita hari ini. Setelah setiap traveling kita selalu terpukau oleh keindahan panorama alam, saat ini waktunya alam mengajarkan sejarah kepada kita.

Hanya berjarak 20km dari kota Solo, gak nyampe 1 jam kita sudah sampai di lokasi.
Suasana cukup ramai, mungkin karena bebarengan dengan musim libur sekolah. Hanya dengan 10ribu per orang, sudah cukup untuk menebus tiket masuk ke museum.
welcome greting dari patung penjaga Sangiran
Agak surprise juga dengan museum ini, awalnya saya kira hanya museum biasa. tapi ternyata bangunan ini cukup luas. areal hijau yang teduh dengan beberapa kandang satwa dan gedung utama 3 lantai cukup bikin kita takjub,
maket Gedung Utama
di dalam ruangan banyak ditemukan deorama dan info tentang sejarah zaman purba dan kehidupanya yang ditemukan di kawasan Sangiran ini,

 

 
  

Naik ke Lantai 3 kita akan tau mengenai sejarah para penelitian zaman prasejarah, termasuk sang peneliti yang sangat terkenal pada zamanya; Eugene Dubois

 
Setelah puas menjelajahi Museum Sangiran, Kita melanjutkan ke spot berikutnya. Masih tetap wisata sejarah. Karena di sini memang tempatnya museum-museum semua -__-
Tidak jauh dari museum Sangiran, kita memutuskan untuk ke museum Bukuran. Cukup bikin nyali ciut, karena akses yang masih perawan. sudah jalanan beton yang mulus sebenarnya, hanya saja jalanan ini sungguh sepi. kanan kiri yang terlihat hanya hehijaunan hutan jati. bahkan kita nyaris pustus asa, meski yang tertera di papan hanya beberapa kilometer, tapi kita berasa gak nyampe nyampe!

 

Untung jalanan yang adem dan asri cukup mengalihkan perhatian kita, sesekali kita jumpai warga kampung yang mencari kayu bakar, kehidupan di sini benar benar tenang. Suasana yang masih serba hijau, rumah2 tradisional, dan keramah tamahan warga desanya sungguh menentramkan

Akhirnya sampai juga di museum Bukuran. Satu kata yang terucap seketika saat melihat bangunan ini. WOW!!! sebuah kluster megah yang dibangun di tengah-tengah hutan jati!

 

Di dalam gedung ini tidak banyak berbeda dengan isi museum Sangiran, cuman di museum Bukuran lebih menceritakan fase kehidupan manusia purba hingga era sekarang ini. Dan keadaan lingkungan asri pada zaman Dinosurus hingga kerusakan alam yang terjadi hingga abad 21 ini. :(
Tentunya gedung ini juga lebih modern dengan banyaknya media digital yang digunakan untuk edukasi. keren!

Mungkin karena aksesnya yang masih minim, jadi pengunjung di museum ini belum seramai seperti di Sangiran tadi. hahaha jadi kita bebas leluasa pose2 tanpa terganggu lalau lalang pengunjung lain. :)

 

 
Homo erektus :s
gak ada beda dengan 1 jt tahun yang lalu 😀

 

 

Tidak jauh dari musem Bukuran juga terdapat musem Mayarejo, Museum ini lebih kepada bentuk terimakasih dan penghargaan untuk masyarakat Sangiran yang dari jaman dulu, turun temurun hingga sekarang selalu mensupport para peneliti. Keren!

 

sisa-sisa ekskavasi yang maish dibiarkan utuh
Akhirnya setelah puas menjelajah bumi Sangiran, selepas sholat dhuhur di museum Manyarejo, kita putuskan untuk mengakhiri trip hari ini.  Sembari menyusuri hijaunya hutan Jati, sesekali kita berhenti sembari menikmati hijaunya hutan jati di perbukitan ini. hanya untuk mengucap syukur kepada sang Pencipta. Terimakasih engkau telah menganugerahi kami indahnya bumi pertiwi ini.