Larap Langse Makam Pangeran Samudra Berlangsung Sederhana

larap1

Sragen – Larap Langse (Selambu) Makam Pangeran Samudra di Obyek Wisata Religi Gunung Kemukus Kecamatan Sumberlawang Sragen tetap berlangsung meskipun pandemi covid 19. Bahkan acara tersebut dimajukan sehari, Rabu (19/8/2020) sore. Dari biasanya dilaksanakan pada 1 Muharam siang.

Kepala Dinas Kepala Dinas Pariwisata dan Pemuda Olahraga Sragen Drs. I. Yosef Wahyudi, M.Si mengatakan, kegiatan ini dilakukan terbatas. Hanya ratusan orang saja dari biasanya dua ribuan pengunjung. Selain terbatas semua yang hadir dengan pakaian kejawen ini menerapkan protokol kesehatan. “Jadi semua tetap protokol kesehatan. Pakai masker face shield. Dan peserta kita cek suhunya sebelum masuk area,” kata Yosef.

Yosef menjelaskan, acara sengaja dimajukan sehari untuk menghindari banyaknya pengunjung. Kemudian acara ritual juga sangat sederhana dan juga tertutup. Bahkan ritual rebutan air jamasan selambu menjadi daya tarik pagi pengunjung pun ditiadakan pada tahun ini.

Namun demikian Yosef mengatakan, acara tetap penuh makna kendatipun tidak ada hiburan dan cukup singkat.

“Acara larap selambu bersifat tertutup. Tidak melibatkan pengunjung, hanya ritual larap selambu di lingkungan makam Pangeran Samudra saja. Kita buat acara ritual sederhana,” jelasnya.

Sementara itu pengelola Obyek Wisata Gunung Kemukus Suparno mengatakan upacara Larap Selambu memang diselenggarakan sangat sederhana. Kirab dan pencucian selambu dilakukan siang hari, dan dilanjutkan doa dzikir dan tahlil pada malam harinya.

Karena dalam kondisi pandemi maka tidak menghadirkan pengunjung. Namun menurutnya para peziarah tetap diizinkan masuk setelah ritual selesai.

“Iya ini pengunjung tetap diizinkan masuk setelah acara selesai. Kan sudah dibuka sejak sebulan ini,” jelasnya.

Suparno mengatakan, kendatipun dibuka selama sebulan ini jumlah pengunjung yang datang ke Makam Pangeran Samudra belum begitu banyak. Setiap hari hanya puluhan orang. Padahal setiap rutinnan malam Jumat pon bisa mencapai 2.000 pengunjung. “Ini pengunjung belum normal,” tandasnya.