Dinas Pariwisata Sragen Dorong Wisata Berbasis Komunitas

WhatsApp Image 2021-04-28 at 10.55.09 (2) WhatsApp Image 2021-04-28 at 10.55.09 (1) WhatsApp Image 2021-04-28 at 10.55.09

SRAGEN – Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Sragen mengembangkan desa wisata atau wisata berbasis komunitas desa. Desa wisata itu akan mengangkat produk unggulan desa yang bersangkutan. Kepala Dispora Sragen I Yusep Wahyudi menyampaikan bahwa pengembangan desa wisata itu bermula dari arah barat untuk mendukung wisata Sangiran, Gunung Kemukus, dan WKO. Selanjutnya ke timur  ada pengembangan kampung batik di Pungsari Plupuh, Pilang dan Kliwonan, Masaran. Kemudian ada Taman Doa Ngrawoh di Pilangsari, Gesi. Ada pula Embung Pungkruk di Desa Ngepringan, Jenar, yang berpotensi jadi desa wisata.

“Kemudian di Kampung Pentol yang baru mulai bergerak. Dispora hanya bisa mendorong dan kebijakan anggaran ada di desa terkait, ” kata Yusep. “Seperti di Blimbing kepala desa dan tokoh masyarakat sudah bertemu saya untuk membuat konsep pengembangan desa wisata dengan sebutan Kampung Pentol karena Dukuh Purworejo I memiliki produk unggulan pentol. Pengusaha pentol di dukuh itu cukup banyak dan berpotensi berkembang,” ujar Yusep.

Dia mengatakan konsepnya harus ada tempat berkunjung  dengan sarana workshop bagi pengunjung yang ingin belajar membuat pentol dan ada varian olahan dari  pentol. Yusep akan mengintegrasikan konsep Kampung Pentol itu dengan objek wisata pemandian air hangat di Bayanan dan wisata padi organik Betisrejo.

 

Kunci Penggerak

Yusep mengatakan kunci atas pengembangan desa wisata terletak pada penggeraknya. Desa atau kampung wisata pasti ada penggeraknya, seperti Kampung Turi, Kampung Lampion, Pasar Bahulak, dan termasuk Kampung Pentol. Yusep tidak ingin konsep pariwisata itu hanya seperti obor blarak yang tidak berkelanjutan.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dukuh Purworejo Setunggal (Dupo Setunggal), Blimbing, Sambirejo, Sragen, Tri Supriyanto, mengatakan para pemuda anggota Pokdarwis sudah membuat konsep pengembangan Kampung Pentol. Dia mengatakan grobok pedagang pentol akan memajang tulisan Pentol Portugal (Pentol Purworejo Setunggal).

“Kami juga melirik sebuah kebun jati yang bisa menjadi tempat untuk tujuan wisatanya. Di sana selain ada penjual pentol juga ada tempat untuk swafoto atau foto bersama. Kami juga menyiapkan sarana workshop pembuatan pentol,” kata Tri. “Selama ini sudah banyak warga dari luar Sambirejo yang belajar pembuatan pentol ke Purworejo I. Ada yang dari Jambangan Kedawung dan orang Magelang yang berhasil berjualan pentol setelah belajar dari Kampung Pentol,” jelasnya.

Sebagai langkah penjajakan, Tri sudah membuat kegiatan lomba pentol dan ternyata pesertanya di luar dugaan saking banyaknya. Dia menangkap peluang animo masyarakat yang tinggi itu. “Kami akan mengumumkan pemenangnya saat meresmikan Kampung Pentol ini,” ujarnya.