2 Atlet Sragen Juara PON XX Papua Ingin Jadi PNS

atlet-pon-papua-pamitan-bupati-sragen

Fauziyyah Rahma Prastista (19) dan Yufita Bunga Arofani (20) warga Sragen akan wakili Jawa Tengah dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Sebelumnya dijadwalkan berangkat keduanya meminta doa sekaligus pamit kepada Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di ruang transit Setda Sragen, Kamis (16/9/2021) sore.

Tidak dari satu cabang olahraga, Fauziyyah akan mewakili Jawa Tengah dari cabang olahraga renang dan Fani dari cabang olahraga bola voli. Keduanya juga tidak berangkat bersamaan, Fani akan berangkat terlebih dahulu pada (26/9) mendatang sedangkan Fauziyyah bersama asisten pelatih Janu Deta Anggraini baru akan berangkat (5/10). Dalam pertemuan singkat tersebut, Mereka didampingi Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Yusep Wahyudi dan Ketua KONI Sragen, Bawono.

Pada kesempatan itu, Bupati memberi semangat dukungan kepada mereka. Bupati optimis kedua Srikandi atlet Sragen ini akan pulang membawa medali. “Kalian yang berusaha semaksimal mungkin, kami yang mendoakan. InsyaAllah akan mendapatkan hasil yang terbaik,” kata Bupati. Bupati Yuni juga berpesan agar mereka selalu menerapkan protokol kesehatan. Dirinya juga memastikan mereka telah mengikuti vaksinasi Covid-19 hingga dosis kedua.

Bupati juga sempat bertanya kepada keduanya meminta hadiah apa. Namun jawaban mengejutkan yang dilontarkan Yufita, yakni ingin diberi pekerjaan. “Hloh baru semester tiga kok sudah minta pekerjaan, nanti ya selesaikan dulu kuliahnya,” jawab Yuni.

Menanggapi hal tersebut, Bupati menyampaikan pihaknya akan memberi arahan kepada mereka jika kelak telah lulus kuliah. Bupati mengaku kewenangannya hanya pada BUMD, namun untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah menjadi ketentuan pusat. “Tadi Fani meminta pekerjaan, nanti kita bisa arahkan kalau di Kabupaten ya Bupati kewenangannya ada pada BUMD. Kalau ASN kan relatif tidak mungkin nanti yang lain kita pikirkan,” katanya. Sementara untuk reward, Yuni memastikan akan ada reward bagi mereka apalagi telah berhasil mengharumkan nama Kabupaten Sragen dan Jawa Tengah.

“Tentu yang namanya reward itu pasti ada kalau toh memang tidak dianggarkan oleh pemerintah karena keterbatasan dana, reward itu kan bisa diberikan dalam bentuk apapun.” “Yang pasti akan ada reward dari pemerintah dengan kerja keras mereka yang membawa nama Sragen dan Jawa Tengah,” tandasnya. (dari jateng tribunnews.com)