Sangirun Night Trail 2021 Diramaikan 100 Pelari, Dona Agnesia dan Miing Gumelar

jumpa-pers

SRAGEN — Sebanyak 100 pelari akan meramaikan Sangirun Night Trail 2021 yang dihelat Jumat-Minggu (19-21/11/2021). Sebanyak 100 pelari itu akan dilepas secara bertahap. Selain itu, Sangirun Night Trail 2021 juga dihadiri artis Ibu Kota, yakni Donna Agnesia bersama komedian Miing dari Bagito Group.
Penjelasan tersebut disampaikan Ketua Panitia Sangirun Night Trail 2021, Andre Donas, dalam jumpa pers di Sangiran, Kalijambe, Sragen, Jumat siang. Dia menjelaskan ajang lari malam dengan jalur lari sepanjang 25 kilometer itu direncanakan digelar selama tiga hari mulai Jumat malam ini.
Dia menjelaskan rute perjalanan dihiasi dengan instalasi cahaya, forest video mapping, dan ornamen yang menggambarkan evolusi manusia purba.
“Pada lintasan lari juga diterangi nyala obor. Peserta 100 orang pelari dilepas secara bertahap sesuai dengan prosedur kesehatan sehingga tetap terjaga jarak antarpeserta lomba. Ikut serta sejumlah selebriti seperti komedian Miing dari Bagito Grup dan artis Donna Agnesia,” ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat Sangiran yang memproduksi kerajinan tangan berupa cindera mata batu sangir, anyaman tikar, kerajinan tangan batok kelapa, anyaman plastik daur ulang, akar bambu, tenun, batik, dan produksi industri rumahan lainnya.
SangiRun Night Trail 2021 ini digelar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan yang bekerjasama dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, Pemerintah Kabupaten Sragen, dan Pemerintah Kabupaten Karanganyar, serta Kelompok Komunitas Luar Kotak.
Kegiatan ini untuk memperingatai 25 tahun Situs Sangiran yang ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia oleh Unesco. Situs Sangiran ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia Nomor 593 pada 1996 lalu dengan nama The Sangiran Early Man Site.
Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek, Hilmar Farid, secara virtual mengatakan kegiatan ini bukan sekadar lomba lari. Namun juga usaha mendorong agar situs Sangiran semakin dikenal masyarakat luas. Dia mengatakan lewat kegiatan ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi masyarakat sekitar Situs Sangiran yang terletak di Kabupaten Sragen dan Karanganyar.
Dia menjelaskan Sangirun ini tidak hanya memperlihatkan kemampuan manusia dalam beradaptasi dengan lingkungan tetapi juga memadukan kerja sama antarinstansi pemerintah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Sangiran.
“Narasi yang dibangun dalam Sangirun ini untuk memperlihatkan kehidupan masa lampau di Sangiran sebagai sumber pengetahuan. Situs-situs di Sangiran diharapkan dapat terus terpelihara dan bermanfaat bagi masyarakat Sangiran dan arena wisata budaya bagi masyarakat luas serta dunia ilmu pengetahuan,” kata Hilmar. (dari solopos.com)